Rotation of DSCN9832

Masih muda, usianya belum genap 27 tahun, namun kegigihannya mampu mewujudkan apa yang selama ini menjadi asa dan angannya, menjadi pembudidaya ikan yang sukses. Itulah Edi Hafid, anak muda kelahiran Kuala Kapuas 17 Juli 1984. Mimpi lain yang sekarang mulai terwujud adalah menjadikan Desa Masta tempat ia bermukim sekarang menjadi sentra perikanan budidaya di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Suami dari Erfhia Sella dan ayah dari seorang putri semata wayang bernama Angelina Anggraen Hafsah ini memang tergolong nekat. Namun dari kenekatannya itulah ia berhasil mewujudkan mimpi jadi kenyataan. Keinginannya menjadi pembudidaya ikan yang sukses berawal ketika ia menjadi siswa SMK I Tapin Selatan jurusan perikanan. Saat kelas II, Hafid satu-satunya siswa yang berani menerima tantangan sekaligus mengambil resiko menerima dana dari pihak sekolah dalam program kewirausahaan. Program ini sendiri dimaksudkan pihak sekolah sebagai upaya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi siswa, dan Hafid berhasil membuktikannya. Dengan pinjaman dana sebesar Rp.6 juta dan waktu pengembalian satu tahun bisa ia kembalikan dalam waktu enam bulan dengan keuntungan tak kurang dari Rp.20 juta. Usaha budidaya yang ia lakukan kala itu adalah pembenihan ikan mas. Keberhasilan ini betul-betul memupuk semangat wirausaha Hafid, itulah sebabnya selepas menyelesaikan pendidikan di sekolahnya ia putuskan untuk lebih serius menekuni usaha budidaya ikan. Kegigihan dan keberhasilannya ternyata menarik minat beberapa instansi perikanan untuk merekrutnya menjadi pegawai, namun semua itu Hafid tolak dengan halus.

Tamat dari sekolah sekitar tahun 2002, Hafid menyewa enam buah kolam berukuran rata-rata 20×30 m2 di Desa Pampain, Tapin tak jauh dari lokasi sekolahnya. Bahkan sepuluh buah kolam milik sekolahnya juga ia gunakan dengan sistem bagi hasil. Usaha pembenihan ikan mas dan nila yang ia kelola berhasil dengan baik. Tak kurang dari 45 ribu ekor benih tiap bulannya ia kirim ke Kapuas, Palangkaraya, Kasongan, Sampit, Pangkalan Bun dan Seruyan di Kalimantan Tengah. Hafid pun mengantongi penghasilan bersih tak kurang dari Rp. 5 juta per bulan kala itu.

Sayang, pada tahun 2004 terjadi serangan penyakit Koi Herves Virus (KHV) pada ikan mas. Hafid pun kena imbasnya, produksi dan permintaan benih ikan mas menurun. Mengikuti perkembangan pasar, iapun beralih dengan membenihkan ikan nila gift.

Setelah dirasakannya usaha pembenihan di Desa Pampain cukup mapan, Hafid memperluas jaringan usahanya dengan kegiatan pembesaran. Dengan memanfaatkan aliran sungai yang ada di Desa Masta, pada tahun 2007 Hafid memulai pembesaran ikan mas dan nila di karamba, sekali lagi ia sukses. Saat ini jumlah kolam yang ia miliki di Desa Pampain sebanyak 15 buah dengan total luas 1,5 Ha. Karamba di Desa Masta sebanyak 34 buah ukuran 2×3 m yang terbuat dari kayu ulin serta KJA ukuran 3×6 m sebanyak tiga buah. Dari pembesaran di karamba, tiap harinya Hafid mampu memjual ikan konsumsi 400-600 kg, tak hanya pemasaran di Kabupaten Tapin bahkan juga dikirim ke Tanah Grogot dan Balikpapan Kalimantan Timur. Keseluruhan ikan nila yang dihasilkan dari Desa Masta saat ini mencapai 140 ton dalam setahun. Bagi Hafid sendiri tiap bulan tak kurang dari Rp.10 juta penghasilan bersih yang ia peroleh dari kolam maupun karamba
Melihat potensi lahan rawa di Desa Masta yang masih sangat besar dan belum dimanfaatkan, Hafid mencoba mengolahnya menjadi kolam pembesaran ikan patin. Lagi-lagi Hafid sukses, ikan patin yang dipelihara tumbuh dengan cepat dan hampir tidak ada kematian. Itulah sebabnya lahan 10 Ha miliknya ia rencanakan dijadikan kolam pembesaran ikan patin. Hafid tak ingin sukses sendirian, iapun mengajak masyarakat sekitar mengikuti jejaknya membudidayakan ikan patin. Bak gayung bersambut, kini kolam-kolam baru milik masyarakat bermunculan. Keinginannya menjadikan Desa Masta sebagai sentra perikanan di Kabupaten Tapin mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Pada satu kesempatan, Bupati Kabupaten Tapin pun sudah mencanangkan Desa Masta Kecamatan Bakarangan sebagai sentra perikanan budidaya di Kabupaten Tapin.

Oleh Hafid, pembudidaya ikan di desa Masta dihimpun dalam beberapa Pokdakan. Berkat tangan dingin dan kegigihannya enam Pokdakan besutannya sudah terbentuk yaitu Pokdakan Masta Membangun, Pokdakan Harapan Maju, Pokdakan Pemuda Masta, Pokdakan Masta Jaya, Pokdakan Kayuh Baimbai dan Pokdakan Awang Baru. Dengan motto ilmu yang didapat tidak hanya untuk diri sendiri tetapi ditularkan pada orang lain, sejak tahun 2006 Hafid dipercaya sebagai penyuluh swadaya yang tergabung dalam Unit Pelayanan Pengembangan Usaha Perikanan (UPP-UP) Kabupaten Tapin. Ditiap kesempatan Hafid pun tak pelit berbagi kiat pada pembudidaya lain agar berhasil. Menurutnya pembudidaya harus bisa mengikuti perkembangan pasar dan memanfaatkan segenap potensi yang dimiliki, tak ragu untuk melakukan inovasi, kepercayaan konsumen harus selalu dijaga dengan memperhatikan kualitas ikan yang diproduksi seperti ikan yang sehat, keseragaman ukuran bahkan garansi bila ada kematian.

Menurut Hafid peran BBAT Mandiangin selama ini sangat besar dalam mendukung kemajuan usahanya. Kemampuan teknisnya dalam budidaya ikan semakin meningkat karena sering mengikuti pelatihan di BBAT Mandiangin. Tak hanya itu Hafid juga merasa senang karena teknisi budidaya dari BBAT Mandiangin kerap menyambanginya untuk memberikan pendampingan teknologi. Karenanya melihat kemajuan perikanan budidaya di Desa Masta, Hafid pun yakin ia dan pembudidaya lainnya akan mampu menjadi bagian dari keberhasilan pencapaian target peningkatan produksi 353 % di tahun 2015 dan menjadikan Indonesia sebagai produsen perikanan terbesar di dunia sebagaimana yang sudah dicanangkan pemerintah pusat. (Khairul Anwar-BBAT Mandiangin)

AdminFeaturedSuccess StoriesEdi Hafid
Masih muda, usianya belum genap 27 tahun, namun kegigihannya mampu mewujudkan apa yang selama ini menjadi asa dan angannya, menjadi pembudidaya ikan yang sukses. Itulah Edi Hafid, anak muda kelahiran Kuala Kapuas 17 Juli 1984. Mimpi lain yang sekarang mulai terwujud adalah menjadikan Desa Masta tempat ia bermukim sekarang...